KRITERIA-KRITERIA BAIK DAN BURUK
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: AKHLAK TASAWUF
DOSEN PENGAMPU: SUGIYARTO S. Sos
Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2016
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan
Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa
nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali
ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir
zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku
umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana
ini, yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Ucapan terima kasih
pemakalah sampaikan kepada Sugiyarto S. Sos selaku dosen pada mata
kuliah Akhlak Tasawuf yang telah memberikan kesempatan untuk menggali ilmu ini
lebih dalam lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun
yang lainnya.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Ciawlor,
17 Desember 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perbuatan
manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Perbuatan manusia ada yang baik
dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang disuatu tempat, perbuatan itu dianggap
salah atau buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan dapat mengenal, perbuatan
itu baik atau buruk dan benar atau salah. Sebelum membahas lebih dalam tentang
baik dan buruk alangkah baiknya untuk memahami kedua istilah tersebut yaitu
baik dan buruk. Istilah baik dan buruk merupakan dua kata yang banyak digunakan
untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Pembicaraan
mengenai baik dan buruk penting karena dua alasan. Pertama, persoalan ini
menjadi pembahasan utama ilmu akhlak sekaligus menjadi inti keberagaman
seseorang. Kedua, mengetahui pandangan Islam tentang persoalan ini di tengah
maraknya berbagai aliran yang memperbincangkan persoalan ini
.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
baik dan buruk ?
2. Apa saja aliran baik dan buruk ?
BAB
II
PEMBAHASAN
C. Pengertian Baik dan Buruk.
Pengertian
baik secara bahasa adalah terjemahan dari kata khoir dalam bahasa Arab, atau
good dalam bahasa Inggris. Louis Ma`luf dalam kitab Munjid, mengatakan bahwa
yang disebut baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan.[1] Setiap
ada pengertian baik pasti ada pengertian buruk. Istilah buruk dalam bahasa arab
dikenal dengan istilah syarr, dan diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik,
yang tidak seperti yang seharusnya, tak sempurna dalam kualitas, dibawah
standar, kurang dalam nilai, tak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak
menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang
tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma
masyarakat yang berlaku.
Setiap
orang pasti memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan dari setiap orang walaupun
berbeda-beda, semuanya akan bermuara kepada satu tujuan yang dinamakan baik,
semuanya mengharapkan agar mendapat yang baik dan bahagia, tujuan akhirnya
sama. Setiap gerak dan langkah untuk mencari nilai, sudah tentu manusia
memiliki suatu standar untuk mengukur sesuatu yang baik dan buruk.Baik dan
buruk kadang-kadang diukur oleh adat.Ukuran adat istiadat ini tentu saja
berbeda-beda disetiap tempat.Sebab, adat istiadat sangat dipengaruhi oleh
faktor geografis dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Atas dasar ini muncul berbagai aliran diantaranya:
1.
Aliran
Hedonisme
Aliran
Hedonisme berpendapat bahwa norma baik dan buruk adalah”kebahagiaan” karenanya
suatu perbuatan apabila dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik,
dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Ada juga
yang mengatakan bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak
mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasan nafsu biologis.
Aliran
ini tidak mengatakan bahwa semua perbuatan mengandung kelezatan, melainkan ada
pula yang mendatangkan kepedihan atau kesengsaraan. kebahagiaan atau kelezatan
itu adalah tujuan semua manusia hidup didunia. Tidak ada kebaikan dalam hidup
selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Sedangkan akhlak
adalah berbuat untuk menghasilkan kelezatan, kemulyaan, dan kebahagiaan.
Keutamaan tidak mempunyai nilai tersendiri, melainkan nilainya terletak pada
kelezatan yang mengiringinya. Maksud paham ini adalah bahwa manusia hendaknya
mencari kelezatan yang sebesar-besarnya bagi dirinya. Dan setiap perbuatannya
harus diarahkan kepada kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih
sesuatu perbuatannya, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan
kepedihannya. Dan sesuatu itu baik apabila diri seseorang yang melakukan
perbuatan mengarah kepada tujuan.
2.
Aliran
Sosialisme.
Baik
dan buruk menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku
dan dipegangi oleh masyarakat. Orang yang mengikuti dan berpegang teguh pada
adat dipandang baik, dan orang yang menentang tidak mengikuti adat-istiadat
dipandang buruk dan mendapat hukuman secara adat. Adat istiadat selanjutnya
dipandang sebagai pendapat umum.
Di
masyarakat akan kita jumpai adat-istiadat yang berkenaan dengan cara
berpakaian, makan, minum dan sebagainya. Orang yang mengikuti cara yang
demikian itulah yang dianggap orang baik, dan orang yang mengingkarinya adalah
orang yang buruk. Kelompok yang menilai baik dan buruk menurut adat ini dalam
pandangan filsafat di kenal dengan aliran sosialisme. Paham ini muncul dari
anggapan karena masyarakat itu terdiri dari manusia, maka masyarakatlah yang
menentukan nilai baik dan buruk perbuatan
manusia itu sendiri. Karena hakikat dari adat itu sendiri sebenarnya adalah
produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relatif, maka nilai baik dan
buruk tersebut juga sangat relatif juga.
3.
Aliran
Humanisme.
Menurut
aliran ini perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan penilaian
yang diberikan oleh hati nurani. Dan sebaliknya perbuatan buruk adalah
perbuatan yang menurut hati nurani atau kekuatan batin di pandang buruk.Menurut
paham ini ukuran baik dan buruk adalah tindakan yang sesuai dengan derajat
manusia, dan tidak menentang atau mengurangi keputusan hati. Secara batin
setiap orang pasti tidak akan dapat membohongi kata hatinya. Jika suatu ketika
seseorang mengatakan suatu kebohongan, hal yang demikian hanya dapat dilakukan
atau diterima oleh ucapannya, tetapi kata hatinya tetap tidak mengakui
kebohongan itu.
4.
Aliran
Religionisme
Paham
ini berpendapat bahwa yang dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan
kehendak Tuhan, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai
dengan kehendak Tuhan. Paham ini,terhadap keyakinan teologis yaitu keimanan
kepada Tuahan sangat memegang peran penting. Karena tidak mungkin orang berbuat
sesuai dengan kehendak Tuhan, apabila yang melakukan tidak beriman kepada-Nya.
Perlu
diketahui, bahwa di dunia ini ada bermacam-macam agama yang dianut, dan
masing-masing agama menentukan baik buruk menurut ukuranya agama masing-masing.
Agama Hindu, Budha, Yahudi, Kristen dan Islam , masing-masing agama tersebut
memiliki pandangan dan tolok ukur tentang baik dan buruk antra yang satu dengan
lainya berbeda-beda dan juga ada persamaanya.[2]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Baik
dan buruk yang menjadi tolok ukur perilaku manusia pada dasarnya akan kembali
pada hati nurani manusia itu sendiri, sehingga manusia bisa melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk.
Dalam
ajaran Islam baik dan buruk dinilai dari beberapa kriteria seperti niat dari
hati manusia, dan bagaimana langkah yang ditempuh dalam melakukan perbuatan
itu.Perbuatan yang baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan
petunjuk al-Qur’an dan al-hadits, dan perbuatan yang buruk adalah perbuatan
yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-hadits.
DAFTAR PUSTAKA
Ø http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html
Ø http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html
